Resensi Buku: “Creativity, Inc.”

Give a good idea to a mediocre team, and they will screw it up. But give a mediocre idea to a great team, and they will either fix it or come up with something better.

-Ed Catmull

Di tahun 1970-an, industri perfilman nomor satu di dunia, Hollywood, belum menyadari bahwa perfilman dan teknologi jika disandingkan dapat menghasilkan sebuah karya yang luar biasa. Akan tetapi, seorang bernama George Lucas sudah menyadari hal ini dan dia sangat yakin penerapan teknologi pada film sangatlah penting dan merupakan masa depan dunia layar lebar. Maka terbentuklah Lucasfilm yang mengguncang dunia dengan Star Wars.

Jpeg

Dalam usahanya mewujudkan dunia luar angkasa yang spektakuler pada masanya tersebut, George Lucas membentuk sebuah divisi khusus yang menangani masalah integrasi teknologi komputer dengan film, termasuk di antaranya proses editing. Untuk menjalankan divisi tersebut, Geroge Lucas merekrut seorang lulusan ilmu komputer dari University of Utah. Lulusan tersebut bernama Ed Catmull. Mungkin tidak banyak yang tahu ketika kita disodorkan nama ini. Tapi siapa yang tidak tahu ketika disodorkan nama Pixar Animation? Nah divisi komputer di Lucasfilm yang dikepalai oleh Ed Catmull ini lah cikal bakal terbentuknya Pixar.

Anak generasi 90-an pasti tahu Toy Story dong. Nah Toy Story ini merupakan debut Pixar Animation di layar lebar dimana film tersebut menggunakan komputer sepenuhnya untuk proses animasi. Walaupun film ini didanai dan hak miliknya diambil oleh Disney, Toy Story sepenuhnya dibuat oleh Pixar. Mulai dari cerita, animasi, editing, dan lain sebagainya. Disney hanya mengawasi pekerjaan tersebut dan memberikan masukan-masukan.

Kemunculan Pixar Animation ke dalam dunia animasi, tidak terlepas dari jasa-jasa Steve Jobs. Ketika George Lucas berniat menjual Pixar Imaging Computer dikarenakan kondisi keuangan Lucasfilm yang sedang menurun, Steve Jobs berani berinvestasi untuk Pixar dan melepaskannya dari Lucasfilm. Pixar menjadi perusahaan independen. Ketertarikan Steve Jobs terhadap Pixar menurut saya bisa jadi dikarenakan kesamaan visi diantara keduanya, yaitu membuat produk yang fantastis, spektakuler, berbeda kelas dengan saingan-saingannya, serta inovatif. Kalau bahasa Steve Jobs-nya “Insanely great product”. Demikianlah Ed Catmull dan Steve Jobs berkolaborasi mewujudkan film-film Pixar. Peran Steve Jobs berada di luar perusahaan sebagai investor dan pelindung Pixar. Sedangakan Ed Catmull mengatur jalannya internal perusahaan.

Saya tidak mengira ternyata orang-orang paling berpengaruh itu sebagian besar berhubungan atau paling tidak pernah berinteraksi satu sama lain. George Lucas, Steve Jobs, Bill Gates, Steven Spielberg, Martin Scorcese, semuanya disebut dalam buku ini, walaupun yang dua terakhir hanya sekilas. Namun demikian, seperti ada lingkaran yang menghubungkan orang-orang hebat ini (termasuk Ed Catmull). Sepintas sebagian dari mereka terlihat bersaing dengan yang lain, tapi menurut saya persaingan sehat tersebut mendorong ke arah tujuan yang lebih baik, salah satunya dengan lahirnya Pixar.

Selanjutnya Pixar memproduksi film-film lainnya yang memorable, sangat berkesan, dan menyampaikan pesan positif bagi dunia. Diantaranya A Bug’s Life, Monsters, Inc., Wall-E, dan Toy Story 3 yang fenomenal itu. Hingga sekarang Pixar masih aktif memproduksi film animasi.

Creativity, Inc. membawa kita dalam petualangan Pixar menemukan jati dirinya. Ed Catmull menceritakan sejarah  dirinya yang bercita-cita ingin menjadi animator Disney, sekaligus menerapkan teknologi animasi komputer terhadap perfilman. Namun sayang, Disney waktu itu belum melihat peluang ini dan berpandangan bahwa komputer malah menyusahkan. Karena memang komputer di masa itu tidak secanggih hari ini.

Buku ini merupakan buku tentang pengembangan perusahaan, namun dibalut dengan kemasan biografi. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri karena instruksi yang diberikan tidak terkesan menggurui. Kita benar-benar belajar dari kesalahan dan kesuksesan Pixar, terutama di tahun-tahun awalnya. Creativity, Inc. adalah buku yang sangat menarik, inspiratif, serta menghibur. Jika Anda penasaran dengan sejarah Pixar, maka buku ini lah yang Anda cari.

ISBN                      : 978-0-553-84122-0

Tahun Terbit      : 2014

Penerbit              : Random House

Penulis                 : Ed Catmull & Amy Wallace

Genre                   : Nonfiksi, biografi, pengembangan diri

Tebal                     : 340 halaman (paperback)

Pembatas buku : Tidak ada

Estimasi waktu

membaca            : 5 jam

Rating                   : 9/10

Resensi Buku: “Elon Musk”

Dari usia 12 tahun Elon Musk sudah bisa membuat game berjudul The Blastar yang dimuat di salah satu majalah di Afrika Selatan. Seiring berjalannya waktu, dia pindah ke Canada kemudian ke Amerika, membawa mimpi kolonisasi Planet Mars serta membuat sistem transportasi di dunia jadi lebih baik. Maka terbentuklah dua perusahaan bernama SpaceX dan Tesla.

Jpeg

SpaceX merupakan perusahaan transportasi luar angkasa yang memiliki visi memulai kehidupan di Mars dan mewujudkan transportasi ke luar angkasa dengan harga murah namun kualitas terjaga. Jadi Elon Musk ini literally rocket scientist.

Sedangkan Tesla, adalah perusahaan yang mempoduksi mobil listrik. Harga bergantung kepada model mobilnya, ada Model T, Model S, Model X dan lain-lain.

Sebetulnya Elon Musk juga ikut andil dalam beberapa perusahaan lain. Ada SolarCity, Paypal, dan sebuah perusahaan startup yang memulai karirnya di bidang kewirausahaan yaitu Zip2, tapi sekarang dengan semakin canggihnya Google saya kira perusahaan ini sudah tutup.

Saat ini Elon Musk juga sedang mengembangkan moda transportasi baru bernama Hyperloop. Kalau dilihat-lihat bentuknya seperti moda transportasi di film-film sci-fi.

Perjalanan membentuk perusahaan-perusahaan tadi tidaklah mudah. Banyak lika-liku dan naik-turun bukitnya. Tapi sebaiknya And abaca sendiri detilnya karena saya tidak akan bahas disini. Saya hanya akan menyinggung sedikit tentang masa kecil Musk.

Musk adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Adik laki-laki pertamanya bernama Kimbal dan adik perempuan bungsunya bernama Tosca. Merka lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Afrika Selatan. Ayahnya, Errol Musk, adalah seorang engineer sedangkan Maye Musk, ibunya, adalah seorang model yang menyukai sains dan matematik.

Musk kecil sangat-sangat senang membaca. Dia punya eidetic memory atau istilah umumnya photographic memory. Setelah pulang sekolah sekitar pukul 2 siang, dia pergi ke perpustakaan untuk melanjutkan membaca hingga pukul 6 sore. Setelah itu dia pulang ke rumah dan melanjutkan membaca fiksi atau komik. Terlihat dari kesehariannya, dia bukan merupakan anak yang memiliki banyak teman. Memang betul, seringkali dia harus berhadapan dengan bullying teman-teman di sekolahnya. Berbeda dengan Steve Jobs yang malah sering mengerjai orang lain ketika dia remaja.

Kira-kira seperti itulah masa kecil Musk secara garis besar. Jangan khawatir spoiler, masih banyak hal lain yang terjadi pada masa kecil Elon.

Ashlee Vance, penulis biografi ini menceritakan dengan gaya lugas. Elon Musk bukan malaikat. Dia punya kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dan kekurangan ini tetap dibeberkan penulis dengan jelas dengan cara mewawancarai pihak-pihak yang berhubungan atau telah berhubungan dengan Elon. Banyak inspirasi yang bisa dirasakan dari kelebihan-kelebihannya, dan banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kekurangannya. Yang pasti, secara keseluruhan saya sangat menikmati membaca buku ini dan akan membacanya lagi untuk yang ke dua kali.

ISBN                      : 978-0-75355-564-4

Tahun Terbit      : 2015

Penerbit              : Virgin Books

Penulis                 : Ashlee Vance

Genre                   : Nonfiksi, biografi

Tebal                     : 392 halaman (paperback)

Pembatas buku : Tidak ada

Estimasi waktu

membaca            : 5 jam

Rating                   : 8.5/10

Resensi Buku “Andy Noya : Kisah Hidupku”

“Tidak perlu menunggu untuk bisa menjadi cahaya bagi orang-orang di sekelilingmu. Lakukan kebaikan, sekecil apapun, sekarang juga.”

-Andy F Noya

Sosok yang namanya melejit setelah menjadi host acara Kick Andy ini seringkali mengundang tamu-tamu kreatif, inspiratif, dan berjiwa sosial tinggi. Notabene tamu-tamu tersebut banyak yang berasal dari kalangan menengah ke bawah. Namun demikian itu tidak menjadi hambatan bagi sebuah keinginan kuat untuk bisa memberikan manfaat bagi dirinya dan orang lain di sekitarnya.

Siapa sangka, ternyata sang pembawa acara juga memulai kehidupannya dengan cara yang tidak mudah. Berawal dari garis keturunannya yang mengandung darah Belanda, menjadikan masa kecil beliau dihantui oleh bullying anak-anak seusianya. Masa remaja dan kuliah pun tidak jauh berbeda. Kesulitan ekonomi pada masa itu memaksa beliau untuk kuliah sambil bekerja, bahkan beliau sempat tinggal di garasi orang lain karena tidak memiliki cukup biaya untuk menyewa kontrakan.

Selanjutnya masih banyak hal menarik yang terjadi semasa beliau menimba ilmu dan bekerja di salah satu kantor media massa ternama, hingga akhirnya menjadi sosok inspiratif sekarang ini.

Banyak tokoh inspiratif memulai awal hidupnya dalam keadaan sulit, tetapi mungkin itulah yang menumbuhkan nurani mereka sehingga hidup tujuannya bukan untuk kaya, bukan untuk mati, tapi untuk memberikan manfaat. Bahasa kerennya adalah added value.

Jpeg

Sekarang kita masuk ke bagian cara penulisan. Biografi ini sebenarnya diceritakan kepada sang penulis, Robert Adhi, namun ditulis dengan menggunakan kata ganti orang pertama “Aku”. Memberikan kesan bahwa buku ini merupakan sebuah otobiografi atau memoar.

Terus terang saya kurang cocok dengan pilihan kata yang digunakan penulis. Menurut saya terlalu puitis untuk ukuran biografi seperti ini, dimana di dalamnya banyak humor-humor dan kisah keseharian yang menggelitik. Tapi jika Anda memang penasaran dengan sosok Andy F Noya, saya jamin Anda tidak akan dibuat bosan dengan kisah hidupnya, seperti apapun pilihan katanya.

Selain itu, buku setebal 418 halaman ini banyak memiliki sekat-sekat yang berisi kutipan dari paragraf sebelumnya. Mungkin maksud penulis adalah untuk memberikan penekana pada kalimat-kalimat tertentu, namun menurut saya hal itu tidak perlu dijadikan satu halaman tersendiri. Cukup dengan memberikan highlight saja pada kalimat di dalam paragraf yang dimaksud.

Di luar itu, buku ini cocok sebagai makanan inspirasi untuk pikiran dan hati kita. Bagaimana determinasi seseorang yang berasal dari golongan tidak mampu akhirnya dapat memberikan manfaat yang sangat besar untuk negerinya. Biografi ini cocok untuk dibaca malam hari setelah beraktivitas. Bagi saya, kisah Andy F Noya memberikan banyak pelajaran yang bisa diambil. Diantaranya determinasi, semangat hidup, dan kesabaran luar biasa meskipun rintangan datang berulang kali dalam berbagai jenis dan ukuran.

ISBN                      : 978-979-709-954-1

Tahun Terbit       : 2015

Penerbit                : Penerbit Buku Kompas

Penulis                  :  Robert Adhi KSP

Tebal                     : 418 halaman (paperback)

Pembatas buku : Ada

Estimasi waktu

membaca            : 8 jam

Rating                   : 7.5/10