Resensi Buku: “Cantik Itu Luka”

Halimunda. Nama sebuah desa di tatar Sunda. Di Halimunda ini, tinggal seorang wanita paruh baya cantik yang sedang hamil tua. Tiga putri yang telah dimilikinya, semuanya cantik jelita. Banyak dikejar laki-laki di dalam dan luar Halimunda. Namun sang wanita hamil itu bosan memiliki anak-anak yang cantik. Ia berkeinginan keras agar anak ke empat yang tengah dikandungnya ini lahir menjadi perempuan buruk rupa. Keinginan wanita itu terwujud. Lahirlah seorang anak perempuan yang tidak sedap dipandang, bentuk wajahnya tidak jelas, apalagi menarik kaum adam. Anak perempuan ini kemudian diberi nama Cantik.

700-cil2015

sumber: ekakurniawan.com

Berkunjung ke Halimunda mengingatkan saya pada desa di film-film Kabayan yang dibintangi almarhum Didi Petet. Hamparan sawah hijau, hutan belantara, bukit-bukit tinggi, dan pemandangan asri lainnya. Bedanya, Halimunda memiliki pantai.

Berlatar di zaman penjajahan Belanda dan Jepang, Cantik Itu Luka seperti hendak menghipnotis kita kembali ke masa penuh kepercayaan mistis. Sebuah kepercayaan yang kian memudar saat ini dengan maraknya kemajuan teknologi dan informasi. Ada banyak keanehan yang terjadi dalam kisah-kisahnya, yang seringkali tidak dapat dijelaskan melalui akal sehat. Akan tetapi, konflik yang menarik dan alur cerita yang apik menjadikan karya Eka Kurniawan ini sesuatu yang memukau bagi saya.

Karena latar tempat terjadi di satu desa saja, hampir setiap karakter memiliki hubungan atau pernah berinteraksi satu sama lain. Konflik yang diangkat juga menarik dan kompleks namun tetap bisa diikuti dengan baik. Inti alur cerita sebenarnya berada di silsilah keluarga. Dimana perbuatan masa lalu suatu keluarga dapat berdampak positif atau negatif bagi keturunannya kelak.

Cantik Itu Luka merupakan hiburan fiksi dalam negeri yang segar bagi saya. Seperti membaca dongeng untuk orang dewasa rasanya. Saya sangat berharap karya ini dapat diadaptasi ke dalam bentuk film, tapi kelihatannya belum ada tanda-tanda akan diwujudkan meskipun novel ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, Jepang, dan Malaysia.

ISBN                      : 978-602-03-1258-3

Tahun Terbit      : 2002

Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama

Penulis                 : Eka Kurniawan

Genre                   : Fiksi

Tebal                     : 479 halaman (paperback)

Pembatas buku : Tidak ada

Estimasi waktu

membaca            : 6 jam

Rating                   : 8.5/10

Advertisements
Categories: Resensi | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: