Resensi Buku: “Sherlock Holmes: The Complete Novels and Stories”

“Once you eliminate the impossible, whatever remains, however improbable, must be the truth.”

-Sherlock Holmes

Begitulah salah satu quotes terkenal dari detektif nomor satu dunia ini. Dunianya fiktif tentu saja.

Pertama kali saya benar-benar menyimak cerita Sherlock Holmes adalah dari film layar lebar pada tahun 2009 dengan judul Sherlock Holmes yang disutradarai oleh Guy Ritchie. Sebelum-sebelumnya saya hanya tahu dari referensi-referensi yang banyak dipakai di film lain atau anime. Tapi kemudian Mark Gatiss dan Steven Moffats menculik Sherlock dan Watson ke masa depan. Serial berjudul Sherlock ini merupakan adaptasi dari novel dan cerita-cerita karya Arthur Conan Doyle, penulis Sherlock Holmes yang aseli. Jadilah saya menonton serial Sherlock dan sangat menyukai acara ini. Pada akhirnya saya jadi penasaran, bagaimana sih novelnya? Akhirnya saya berburu buku dari penerbit Bantam Classic yang hingga sekarang masih menerbitkan buku Sherlock Holmes.

Jpeg

Buku ini terdiri dari novel-novel serta cerita pendek karya Conan Doyle. Karya beliau yang pertama adalah A Study in Scarlet yang diterbitkan di majalah Beeton’s Christmas Annual pada tahun 1887.

Saya sendiri perlu penyesuaian lagi ketika pertama kali membaca buku ini, pasalnya Bahasa Inggris yang digunakan sangat jadul. Banyak istilah-istilah baru yang harus dipelajari lagi. Namun di zaman serba digital seperti sekarang ini, kesulitan tersebut dapat ditangani dengan cepat.

Bagi yang sudah menonton serial Sherlock, mungkin akan terasa berbeda ketika membaca bukunya. Disebabkan acara ini merupakan adaptasi, banyak elemen-elemen yang dirubah. Salah satunya judul. Dalam Sherlock judul episode pertama adalah A Study in Pink, dalam novelnya A Study in Scarlet. Begitu juga dengan A Scandal in Belgravia, di novelnya adalah A Scandal in Bohemia. Kasusnya pun berbeda. Yang saya lihat, Mark Gatiss hanya menyisipkan kisah-kisah di novel sebagai cameo.

Dari segi karakter, novelnya ternyata juga memiliki perbedaan. Dalam novelnya Sherlock Holmes sama-sama jenius tapi disini digambarkan bahwa dia tidak semenyebalkan dibanding yang di serial. Dia adalah orang yang sopan terhadap kliennya dan selalu mendengarkan keluhan mereka. Begitu juga dengan Watson. Di novelnya dia lebih bersifat penurut dan jarang sekali ada konflik dengan teman sekamarnya itu.

Namun demikian kasus-kasus yang diceritakan pada buku ini tetap menarik untuk disimak, beberapa kasus cenderung beraura horor tapi pada akhirnya semua bisa dijelaskan dengan logika Sherlock. Sebaiknya buang jauh-jauh dulu image Sherlock dan Watson yang ada di BBC sebelum membaca buku ini, karena isinya benar-benar berbeda.

ISBN                      : 0-553-21241-9 (Vol. 1) 0-553-21242-7 (Vol 2)

Tahun Terbit      : 1887-1903 (Cetak ulang Bantam Classic tahun 2003)

Penerbit              : Bantam Classic

Penulis                 : Sir Arthur Conan Doyle

Genre                   : Fiksi, kriminal

Tebal                     : 1.796 halaman (paperback)

Pembatas buku : Tidak ada

Estimasi waktu

membaca            : 15 jam

Rating                   : 7.5/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s