A Letter To My 8-year-old Self

After reading Bad-Ass Writing Prompts To Kick-Start A More Creative 2016 by Jen Anderson. I’ve decided to give one of her prompts a try.

So, this is what the future looks like, boy.

January 10, 2016.

Dear 8-year-old Wilman,

I’m writing you this letter from when you are 25-year-old. You have learned so much in 17 years. I just want to give you some advice, man-to-man. For if you do as I say, you can probably change your future self into a better person.

1. Love Your Family

Know that you have many family members compared to your friends and you’re the youngest son. Your brothers and sister who like bullying you or you got fight with will later get married and have children. And your parents will be grandparents. They will get older and they will start developping health issues like high blood sugar levels, cholesterol, etc. They may not be as agile as they are now, but thank God they will still be fine. So love them with all your heart and don’t be such a crybaby.

2. Write Down Your Friend’s Name And Surname

I know you don’t like school and you’re like in 2nd grade now. I know you did a really bad thing in class but that’s okay. People make mistakes and they move on.

Regardless of that, you have friends now. Some of them are bullies you don’t want to mess with but some of them are very nice, in a humble way a kid may be. Write down their names and Surnames and make them write down yours too. In the future they will have a thing called Facebook. If you’re lucky enough your friends will be on that “thing” too so you can catch up on them.

3. Get Into A Fight With Someone

You really hate conflicts you barely want to fightback when someone abuses or bully you. Fightback now! Get into a school fight or something (just make sure you don’t kill the guy you fight with). It will make you (and also the guy) learn a thing or two.

4. Don’t Let Yourself Hold Your Imagination

You might not understand this now, but later on when you’re much older, you will know that this is the thing the world needs. Do not forget what you want. Do not stop imagining things.

Because first, you haven’t got married and got any children yet in your 25th (I’m sorry to inform you that). But you’ll have nieces and nephews. Your imagination that you didn’t forget will help you understand them better, therefore making them more comfortable to spend time with you while encouraging them to do the same.

And second, whatever your imagination is, trust me, in the future, you can make it possible.

PS : In about 2 years from when you read this letter, you’ll get so bored with school you’ll be obsessed with getting sucked into the Digimon World. Well, later they will invent VR gaming and I think that’s kinda close. So don’t stop dreaming!

So that’s my advice for you, young man. You will experience and do things. Some of them will be awesome, some of them will be depressing. There will be ups and downs like a roller coaster. It’s fun so your grown self here ain’t gonna stop ridin’ it!

Oh, I’ve got a letter to write to our 15-year old and 20-year-old self so, bye.

Best regards,

25-year-old you.

Advertisements

Lima Awas Kredit Mobil/Motor!

Harga rata-rata sepeda motor saat ini = Rp. 14.000.000

Harga total kredit motor dengan tenor 3 tahun = Rp. 18.000.000 (belum termasuk pajak)

Harga rata-rata mobil = Rp. 120.000.000

Harga total kredit mobil dengan tenor 5 tahun = Rp. 170.000.000 (pajak ditanggung pemenang)

Pertama, mobil dan motor itu barang impor, walaupun dealernya orang pribumi. Jangan memperkaya bangsa lain. Belilah produk lokal!

Ke-dua, kendaraan bermotor pribadi udah terlalu banyak di dunia ini! Bayangkan negara-negara pengekspor mobil dan motor haha-hihi sambil kipas-kipas pake duit kita, sementara kita di sini tiap hari saling caci maki karena macet. Kita yang ngeluarin duit kok kita juga yang susah?

Ke-tiga, depresiasi. Harga kendaraan bermotor bisa menyusut 22% setelah satu tahun pertama. Ketika cicilan kita kelar di tahun ke 5, harganya udah menyusut sampai 55%. Asuransi udah habis pula. Mau gimana?

Ke-empat, mobil/motor itu lifestyle. Transportasi itu kebutuhan. Pikir.

Ke-lima, bayangkan dengan uang sekian banyak (Rp. 18.000.000 dalam 3 tahun atau Rp. 170.000.000 dalam 5 tahun) hal apa aja yang bisa dilakukan? Bukan. Bukan beli barang konsumtif lainnya. Tapi INVESTASI. Bedakan itu!

Kredit rumah/tanah adalah investasi karena setiap tahun harganya akan naik. Menggunakan uang tadi untuk modal usaha kecil menengah adalah investasi, karena dalam 5 tahun lagi nilainya akan menjadi 3-4 kali lipatnya. Menggunakan uang tadi untuk beli gorengan terus dimakan sendiri dan dalam 3 hari sisanya basi adalah perilaku konsumtif karena gorengan basi tidak punya nilai jual. Sekian.


5 Acara TV Lokal Berkualitas

Pagi acara musik, beberapa lipsync.

Pas matahari agak tinggi mulai muncul acara infotainment.

Malam giliran acara talkshow, ada yang inspiratif, ada yang lawak aja.

Siang dan sore saya nggak paham ada acara apa karena sedang di kantor. Mungkin sinetron ya. Berdoa saja semoga acaranya bagus-bagus dan bermanfaat.

Saya sendiri termasuk orang yang jarang menonton televisi. Sempat pesimis dengan acara-acara yang begitu-begitu saja, belakangan ini saya mencoba menonton televisi pada saat weekend, dan sempat terkejut bahwa sebenarnya ada acara-acara bermutu yang disajikan oleh stasiun televisi tertentu. Saya tidak bilang acara lain tidak bermutu, tapi ya,  well, sama-sama tahu saja lah. Daripada ngatain acara teve lain yang saya yakin sudah banyak yang melakukannya, lebih baik kita beralih fokus pada acara-acara dengan kualitas yahud walaupun Anda tidak berlangganan tv kabel.

Tanpa bermaksud branding, saya mencoba membuat daftar beberapa acara televisi lokal tersebut. Sebaiknya Anda juga mengganti jadwal menonton tv Anda ke jam-jam  berikut. Sebagai catatan saja, acara-acara berikut tidak saya urutkan berdasarkan rating whatsoever. Semuanya menurut saya inspiratif dan informatif.

1. Bumiku Satu – DAAI TV

Sumber gambar: http://www.daaitv.co.id

Lingkungan merupakan aspek kehidupan yang sangat penting. Tanpa lingkungan yang sehat, air bersih menjadi keruh, tanah jadi tercemar, sampah semakin menumpuk. Pendidikan tentang lingkungan pun baru digalakkan belakangan ini. Imbasnya, kesadaran masyarakat tentang lingkungan masih sangat minim. Program “Bumiku Satu” menyajikan informasi yang inspiratif dan mendidik mengenai penyehatan lingkungan. Meskipun saya bukan penonton setia, namun episode-episode yang ditayangkan sangat menarik, diantaranya “Hotel Hijau Yogyakarta”, “Go Clean Our River”, dan “Pola Hidup Zero Waste”. Bahkan ada satu episode yang berjudul “Bioremediasi Limbah Minyak Bumi”, wow!

“Bumiku Satu” tayang setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 09.00, 17.00, dan 23.30 WIB di DAAI TV.

2. Inovator – TVRI Nasional dan Elshinta TV

sumber : http://www.dw.com/id/

Acara yang satu ini membahas perkembangan sains dan teknologi di dunia, terutama di Jerman, karena Inovator merupakan acara ‘impor’ yang berada di bawah broadcaster sana bernama DW, singkatan dari Deutsche Welle.

Sebuah program yang menarik dan tentunya sangat informatif bagi kita yang haus akan perkembangan teknologi di luar sana. Ternyata teknologi tidak hanya gadget lho, masih banyak hal lain di luar sana yang patut kita saksikan.

Inovator tayang setiap hari Senin s/d Kamis setiap pukul 21.30 WIB. Di TVRI Nasional pun acara ini ditayangkan tapi saya lupa jam tayangnya, he.

3. Lentera Indonesia – NET.

https://pbs.twimg.com/profile_images/663579673444483072/CUashTNN.jpg

sumber gambar : twitter @Lentera_NET

Anda tahu program Indonesia Mengajar? Kira-kira seperti itulah salah satu gambaran acara televisi yang satu ini. Lentera Indonesia berfokus pada sosok-sosok inspiratif serta berguna bagi orang lain terutama dalam masalah pendidikan, dimana kurangnya pemerataan pendidikan masih merupakan momok bagi bangsa kita.

Lentera Indonesia siap menginspirasi Anda setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 17.00 WIB.

4. Jejak Pendekar – TV One

https://aws-dist.brta.in/2015-07/71da716b2f324f97803e0ebbfe966e56.jpg

sumber gambar : https://beritagar.id

Indonesia merupakan negara yang kaya. Pasti Anda sudah bosan dengan ungkapan seperti ini. Tapi kenapa orang-orangnya nggak kaya? Itu juga pertanyaan yang sudah sering Anda dengar. Mungkin itu karena kita tidak tahu apa sebenarnya kekayaan itu. Kekayaan tidak melulu emas, minyak bumi, dan barang tambang lainnya. Kebudayaan merupakan kekayaan tak ternilai. Kebudayaan adalah identitas. Banyak negara maju yang tidak punya identitas, banyak yang lupa dengan bahasa nenek moyangnya karena digantikan dengan Bahasa Inggris/Portugis, misalkan, sebagai bahasa nasionalnya.

Banyak yang berkiblat ke luar negeri hanya untuk belajar bela diri. Di sinilah kita punya salah satu budaya tertua di dunia. Budaya untuk mempertahankan diri.

Jejak Pendekar yang tayang di TV One mencoba menginspirasi khalayak ramai bahwa ilmu bela diri kita tidak kalah keren dengan Muay Thai. Acara ini dikemas dengan model wawancara terhadap guru besar suatu perguruan bela diri. Setiap aliran bela diri akan diceritakan bagaimana sejarahnya dan manfaatnya bagi si pengguna. Dalam Jejak Pendekar juga diselipkan ulasan ilmu bela diri dari luar negeri namun tidak sedetail yang di dalam negeri. Dan ini yang saya sukai dari acara Jejak Pendekar.

Untuk jadwalnya sendiri mungkin sudah berubah sekarang. Waktu itu saya menonton di hari Sabtu pukul 07.30 WIB.

5. Taman Buaya Beat Club – TVRI Nasional

sumber gambar : twitter @tamanbuayabc

Kangen dengan Radio Show-nya TV One? Well, mungkin acara ini dapat mengobati kangen Anda.

Taman Buaya Beat Club menghadirkan band-band anak bangsa yang unik dan berkarakter kuat. Mungkin lebih dikenal dengan istilah indie labelled band. Namun begitu, banyak juga band yang berlabel major. Lagipula siapa peduli label. Yang penting kualitas, betul?

Nuff said lah, silakan ditonton saja acara musik yang satu ini setiap Senin s/d Kamis pukul 22.00 WIB di TVRI Nasional.

Itulah 5 acara televisi lokal yang berkualitas versi saya. Berkualitas karena menginspirasi dan tidak ikut arus kebanyakan acara lain yang hanya mementikan rating sehingga tidak peduli dengan pesan yang disampaikan. Kalau hanya melawak tanpa makna dan dansa-dansi anak SD juga bisa. Menurut saya bangsa kita sudah cukup tertawa.

Sebetulnya masih banyak lagi acara-acara lain yang baik untuk tontonan keluarga di rumah. Ya mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan acara seperti Kick Andy yang memang tujuan utamanya adalah untuk menginspirasi. Tapi berhubung saya jarang menonton tv jadi sementara 5 acara ini dulu yang dapat saya sampaikan hehe.

Jika Anda punya rekomendasi acara-acara lain silakan sampaikan di kolom komentar di bawah. Sekali lagi, saya tidak bertujuan ngiklan lho ya. Saya hanya melihat ada potensi yang dimiliki pertelevisian Indonesia. Jangan sampai acara-acara seperti ini “dipecat” karena dinilai tidak menghasilkan rating yang baik.

Demi menjadi bangsa yang besar, mari tingkatkan kualitas tontonan kita!

Help Me Find A Way Out!

I woke up.

Where am I? Is this a girl’s room? Ugh..must’ve been wasted again last night. Well, good thing I’m not naked so I guess nothing happened.

Ouch, my head! Can’t remember what I drank last night. A cup of coffee anytime now would be nice.

I opened the door, looking for a way out of the apartment. Found it easily.

God, what day is it? Sure as hell hope it’s Saturday or Sunday. This isn’t going to get better if I skip work. Oh, there’s a coffee shop! Shit, my feet feel so heavy.

I entered the coffee shop.

“A cup of cappuccino, please.” Said I. The guy behind the counter was petrified for a few seconds.

Dude, is that the way you’re supposed to look at your customer? Gimme a break!

“Excuse me, do we know each other?” I asked.

“Umm…No, Sir. Sorry. I’ll have your coffee served.”

“Thanks.” Well you better be, freak!

Now, I just have to take a seat and enjoy this cup. Aha, that looks like a nice spot, right in front of the TV.

I sat down.

Gee, what’s wrong with these people? Why are they staring at me? Okay, ma’am your son will be fine, I’m not a pedophile. You don’t have to shield him from me like that. Oh great, now everyone’s leaving. Yeah, leave me alone. Coffee shops are better off quiet anyway!

Then I heard police siren wailing from the distance. Getting closer, and closer, until its car popped in front of the shop. A powerful voice came from a megaphone directed straight to the coffee shop I was sitting in.

“This place is surrounded! Come out here now and put your hands in the air, or we will use force!”

Some officers broke in, yelling “Everybody get down, now! Stay where you are!”

Okay officer, chill, I’m going down, with my coffee here–Heey, he kicked my coffee!

“Hands where I can see ’em bitch!! Hands where I can see ’em!” Said the officer who kicked my hand, while pointing his gun at my head.

What the? Why am I the only one getting handcuffed? NO! What’s happening!?

“Officer what the f**k? I demand my rights!” I yelled but didn’t sound much with my chest pressed down against the floor.

“You have the rights to remain silent now shut the hell up!”

Am I going to jail? For what? Getting wasted? No, what’s that on TV? Why is my face on TV!?

Retrograde amnesia. The girl hit my head with some kind of baseball bat, I think. Couldn’t remember what happened in the past month. But every time I wake up each day, I’m starting to remember fragments of it. Until I remembered that I’m the serial killer the police have been looking for.

Oh my god this is fun, hahaha!

Now I’m in the asylum, I’ll just have to get out of here and continue my spree. This will take time but should be easy. If you could help me out here.

 


 

Trying to make a collaborative story. Will appreciate every idea to continue this story. Comment below or message me if you have one.

Also posted on Storywars with few changes https://www.storywars.net/stories/1396