Membaca Sinopsis Seseorang : Jadi Bapak Ini Operator Pabrik, Programmer, atau Gamer?

Akhir-akhir ini saya kebetulan sedang melakukan trial (percobaan) produk perusahaan tempat saya bekerja berupa bakteri pengolah limbah cair. Pekerjaan tersebut mengharuskan saya untuk berkunjung setiap hari ke instalasi pengolahan air limbah customer saya yang berada di daerah Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Nah yang menarik bukan pekerjaannya, itu mah bikin stres. Yang menarik adalah saya bertemu dengan salah satu karyawan di sana, posisinya sebagai operator. Sebut saja namanya Pak Rudi. Bukan berniat merendahkan, namun posisi operator instalasi pengolahan air limbah memang bukan posisi yang terbilang tinggi.

WP_20151125_025.jpg
Pabrik Tempat Pak Rudi Bekerja

Sepintas Pak Rudi terlihat seperti Bapak-bapak usia 40-an tahun lainnya. Punya keluarga untuk dihidupi, rambutnya mulai rontok dan beruban, bekerja dengan sistem shift, dan tidak mengenal tanggal merah di kalendernya karena hanya mendapat jatah libur mingguan sebelum pergantian shift. Beliau adalah lulusan analis kimia di salah satu SMK di Bandung, yang mana posisi operator memang kebanyakan diisi oleh lulusan SMA/SMK. Tipikal kan?

Sampai suatu hari saya mendengar beliau bercakap-cakap dengan temannya mengenai RAM atau Random Access Memory pada komputer. Setelah mereka selesai berdialog, saya pun bertanya, “Jual asesoris komputer, Pak?”

“Iya, seneng aja sih saya mah sama yang kayak gitu. Lumayan juga buat sampingan.” Jawabnya dengan logat Sunda kental.

Oke, saya kira karyawan di usia 40 dengan usaha sampingan saat ini memang wajar saja. Lalu beliau melanjutkan, “Saya dari dulu emang seneng ngutak-ngatik komputer, nggak cuma hardwarenya sih, tapi programnya juga. Dari jamannya Lotus dulu saya udah sering main.”

“Ooh gitu, Pak. Saya mah cuma belajar di sekolah aja padahal Lotus-nya. Itu juga pusing malah, bukan jadi main.”

“Iya dari Lotus dulu sampai sekarang saya bikin-bikin program buat pembukuan sama pendataan. Biasanya sih yang mintanya dari rumah sakit atau puskesmas. Pakai SQL itu lho, kalau pelanggannya cuma minta database ya bisa pake VB, kalau nggak pake, bla..bla…bla.” Si Bapak lanjut bicara tentang SQL, desain web, database, dan hal lainnya yang saya sama sekali nggak ngerti.

Yang menarik lagi beliau menjelaskan itu semua tidak dengan kesombongan, tapi dengan humble seolah-olah saya sebagai anak muda jaman sekarang pasti mengerti dengan semua yang beliau jelaskan tadi. Beberapa saat kemudian beliau pun menjelaskan bahwa dulunya pernah bekerja sebagai freelancer di salah satu perusahaan berbasis informatika, karena memang passionnya di bidang itu. Setelah saya mengangguk berpura-pura mengerti, saya pun bertanya lagi.

“Wah, hebat Pak bisa bikin kayak gitu. Kalau bikin program buat usaha-usaha kecil bisa, Pak? Sekarang kan banyak tuh orang yang mulai usaha kecil.”

“Ya bisa, sebetulnya mah gampang kalau udah punya masternya mah, tinggal ubah script dikit-dikit, bla…bla…bla.” Wah Si Bapak ngalor-ngidul lagi ngejelasin programnya. “Kalau keinginan mah ada sih, untuk bikin…apa tuh namanya yang sekarang lagi banyak muncul…? Start-up ya? Nah itu, tapi di umur segini mah udah males saya-nya. Orang-orang juga pasti bakal nyari yang lebih muda kayak sampeyan. Kalau lihat orang kayak saya pasti mereka bilangnya, ‘Ah, orang tua mana ngerti Android?’ Gitu mungkin ya.”

Yaah, Si Bapak kok malah merendah begitu jadinya, tapi percakapan dengan cepat berganti topik ke game lalu ke VGA.

“Bapak pakai VGA apa, Pak?” Tanya saya.

“Saya pakai GTX berapa ya, lupa juga. Udah lama sih belinya, tapi dipake gim-gim jaman sekarang masih bisa aja. Dipake main Call of Duty yang baru apa tuh namanya?”

“Black-Ops, Pak?” Jawab saya, padahal belum pernah main karena spek komputer nggak kuat T.T

“Nah iya Black-Ops, Assassin’s Creed juga lancar. Point Blank mah apalagi. Anak saya main Point Blank kena tipu tuh, dimintain e-mail sama password mau aja dia mah. Saya coba lacak lagi nggak ketemu, malah nemu punya orang lain, hahaha.” Kata Pak Rudi sambil tertawa lepas. “Kamu main Point Blank nggak?”

“Nggak, Pak. Game online mah saya nggak kuat di kuotanya, hehe.”

Wah, gila. Siapa yang menyangka seorang Bapak usia 40 tahun yang pekerjaannya operator pabrik adalah juga seorang programmer dan gamer. Kalau ekspresi bahasa Inggrisnya mah, he’s like the coolest plant operator I’ve ever met. Rasanya seperti ngobrol dengan orang yang seumuran, malah beliau lebih melek masalah teknologi ketimbang saya yang 15 tahun lebih muda.

Memang seseorang itu tidak bisa dinilai dari penampilannya saja.

Don’t judge a book by its cover, that’s why they have a synopsis at the back.

Begitulah saya membaca sinopsis Pak Rudi, sampulnya mungkin berdebu, kumal termakan zaman, namun sinopsisnya tetap ada. Terbaca sangat jelas, menarik, dan bersahaja.

Mari kita doakan Pak Rudi bisa berhasil memulai Start-up yang dicita-citakannya. Aamiin.


Postingan terakhir di tahun 2015.

See you next year, world! 2016 will be is awesome!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s