Satu Rumah Satu Kisah

Gema takbir membahana memenuhi ruang

Allahuakbar, allahuakbar, allahuakbar!

Begitu katanya

Sayang gema takbir malah berbalas kembang api

Dhuar! Dhuar! Dhuar!

Begitu bunyinya, terdengar dari Rumah di antara sekian banyak rumah

Satu rumah satu kisah

Wangi masakan yang dirindukan, tak lupa ketupat beras merah

Gema takbir dan kembang api masih bercengkerama hingga jelas terlihat perbedaan antara benang hitam dan benang putih

Tandanya tiba ibadah sholat subuh, kemudian sholat ied

Manusia sibuk membuka pintu hatinya untuk manusia lain

Manusia sibuk membuka pintu rumahnya untuk para tetangga dan keluarga

Mereka datang satu per satu sehingga Rumah sesak namun hangat

Pertanyaan dan canda tawa saling mengiringi

Sampai tak sadar sudah berganti hari

Satu per satu pula orang pergi meninggalkan Rumah

Mereka yang dulu pernah menjalani satu kisah di Rumah

Yang pada masa kejayaannya selalu ramai dan ceria seperti hari nan fitri ini

Kini harus kembali kepada setiap rumah lain

Menghidupi kisah lain

Karena satu rumah satu kisah

Ya Allah, kesepian sekali Rumah ini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s