Resensi Buku “The Introvert Advantage”

“Apakah Anda ‘menjadi kosong’ saat terlalu banyak hal terjadi di sekitar Anda? Apakah Anda merasa bersemangat saat menghabiskan waktu sendirian? Di dalam sebuah rapat, apakah Anda merasa bahwa orang lain perlu bertanya untuk mengetahui ide dan opini Anda? Apakah Anda cenderung menemukan hal-hal kecil yang tidak dilihat orang lain?…”

Saat saya sedang iseng ke toko buku dan membaca sinopsis buku The Introvert Advantage karya Marti Olsen Laney, Psy.D di atas, dalam hati saya menjawab, “Iya, iya, iya!” terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut dan memutuskan bahwa saya harus membeli buku ini. Terdengar seperti korban iklan. Atau apakah saya memang korban? Mari kita simak resensinya!

Buku dengan subjudul “Berkembang dan Berhasil di Dunia Ekstrover” ini pertama kali diterbitkan di tahun 2002 oleh Workman Publishing Company, Inc. Kemudian dialihbahasakan ke Bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh PT. Elex Media Komputindo pada tahun 2013.

Pada bab awal buku ini Anda akan diperkenalkan terlebih dahulu mengenai apa itu tempramen introver dan lawannya, ekstrover. Si Penulis juga menyebutnya innies dan outies. Sesuai dengan namanya, innies berorientasi kepada diri sendiri, outies sebaliknya. Bab pertama ini juga menyediakan tes sederhana untuk mengetahui apakah Anda termasuk introver atau bukan, untuk sekedar memastikan karena ada beberapa introver di dunia ini yang tidak menyadari bahwa dirinya seorang introver. Sekedar contoh saja, skor saya dalam tes ini 25/30 yang artinya sangat introver.

The Introvert Advantage

Mungkin bagi Anda yang introver akan mengalami kekecewaan ketika membaca bagian awal buku ini. Bukunya berjudul The Introvert Advantage, saya pikir buku ini akan bercerita tentang kelebihan-kelebihan seorang innies, namun Anda akan mendapati dari penjelasan Ibu Marti bahwa kaum introver berisi orang-orang yang lamban, terlihat kurang enerjik, pendiam, cenderung disalahartikan, tidak pandai berkomunikasi, krisis percaya diri, dan masih banyak lagi aspek negatif lainnya yang terkadang membuat saya berpikir bahwa kita ini (kaum introver) bermasalah dari segi mental dan kaum ekstrover adalah orang-orang yang mampu tampil menakjubkan di hadapan orang lain. Oh iya, Marti Olsen juga seorang introver.

Bagian selanjutnya tidak kalah mengejutkan. Setelah Anda paham siapa Anda, yang mana adalah seorang introver beserta segala permasalahannya, buku ini akan mengajak Anda untuk menerima bahwa memang begitulah Anda. Tidak ada yang salah dengan Anda dan dunia ini sama-sama membutuhkan orang-orang introver dan ekstrover. Setelah itu barulah kita ditunjang dengan berbagai tips dan latihan-latihan sederhana yang mudah untuk dilakukan, dan hal-hal kecil inilah yang akan membantu kita menonjolkan kelebihan-kelebihan seorang innies sekaligus menutupi kekurangannya di dunia luar yang dinamis, dimana kedinamisan tidak terlalu disukai oleh kaum introver.

Pada buku ini memang dipaparkan juga mengenai kelebihan-kelebihan seorang introver, misalnya introver adalah pemikir ulung, penyerap informasi, konseptor dan perencana yang baik, dan masih banyak lagi. Namun terlepas dari itu, penekanan yang dimunculkan dalam buku ini cenderung menerangkan tentang bagaimana cara seorang introver untuk menghadapi permasalahan sehari-harinya. Maka dari itu, judul yang diberikan menurut saya kurang tepat. Bahkan subjudulnya lebih sesuai dengan isi buku ini daripada judul utamanya.

Membaca buku ini tidak cukup sekali karena penerapannya memerlukan latihan. Si Penulis memberikan alternatif tips dan latihan dan mempersilakan kita untuk memilih mana yang menurut kita paling cocok, bahkan menyarankan kita untuk menemukan metode latihan kita sendiri. Sedikit saran sebelum membaca buku ini, jangan terlalu terpaku pada penilaian penulis terhadap seorang introver. Menurut saya tidak semua nilai yang dimunculkan itu ada pada seorang introver, contohnya seorang introver tidak nyaman dengan adanya deadline. Saya pribadi tidak merasa terlalu terganggu dengan adanya deadline, justru bagus karena dengan begitu kita dapat bekerja sesuai jadwal.

Secara keseluruhan buku ini adalah pilihan yang cukup baik bagi kita para innies. Walaupun terkadang tips-tips yang diberikan kurang mendetail dan terkesan diulang-ulang, The Introvert Advantage cocok untuk memulai merubah diri kita menjadi introver yang baik.

Rating 2,5/5

Advertisements