Isyarat (Review)

ISYARAT-film-640x385

Film Isyarat merupakan film omnibus yang terdiri dari empat film pendek, berkisah tentang kekuatan supranatural yang dimiliki oleh masing-masing tokohnya, yaitu Dewi (Asmirandah), Sisi (Prisia Nasution), Maya (Revalina S. Temat), dan Flora (Taskya Namya). Film ini disutradarai oleh empat orang yaitu Asmirandah, Monty Tiwa, Reza Rahadian, dan Adhyatmika.

Isyarat dibuka oleh film pendek arahan Asmirandah berjudul “Teman Bayangan”. Dilanjutkan dengan “Lost And Found”, dan seterusnya. Sebetulnya ada satu lagi film pendek arahan Donny Alamsyah berjudul “Tanda Bahaya” namun sepertinya terlewat oleh saya karena saya telat masuk bioskop, hehe.

Perlu diakui bahwa saya tidak berharap banyak pada film besutan sutradara-sutradara Alumni Lingkar LA Lights Indie Movie ini. Dialog-dialog yang ditampilkan menurut saya terasa canggung dan beberapa cenderung menyerupai sinetron atau FTV, seperti ketika Oki menuduh temannya mencontek di kelas saat ujian, yang menurut saya dapat dikemas lagi menjadi adegan yang lebih atraktif dan menghibur.

Adapun dari segi cerita, Isyarat menurut saya cukup berbobot terutama di film pendek ke tiga dan terakhir yaitu “Gadis Indigo” dan “Flora” dengan plot yang melompat-lompat yang sempat membuat saya bingung, hehe. Sayangnya ending dari film omnibus ini menurut saya kurang menggigit dan terkesan terburu-buru.

Secara keseluruhan, saya memberikan nilai 6,5 dari 10 kepada film Isyarat. *plok plok!*

Sebetulnya harapan saya menonton film indie ini di bioskop adalah untuk mendukung lebih banyak lagi film indie lain yang bisa masuk layar lebar. Saya pernah melihat film-film indie yang masuk nominasi 10 film terbaik LA Lights Indie Fest tahun 2011 (apa 2010 ya? lupa haha) di youtube yang menurut saya ide-ide ceritanya cukup menarik untuk diangkat ke layar lebar. Karena begitulah film indie, seringkali low budget dan yang menjadi elemen paling penting adalah ide ceritanya.

Go, perfilman Indonesia!

Advertisements

Horoskop

Libra adalah zodiak saya, dengan timbangan sebagai simbolnya. Mereka lahir di sekitar bulan September, atau mungkin sudah bergeser ya karena dengar-dengar ada satu zodiak baru?

Media sosial semacam Twitter dan Facebook, seringkali menjadi ajang untuk penyebaran informasi. Sayangnya menurut saya tidak semua informasi ini penting, termasuk horoskop, zodiak, ramalan bintang, astrologi, atau nama lainnya jikalau ada.

Saya hanya ingin menyampaikan pandangan pribadi mengenai hal ini, terlepas dari pandangan agama, dalam hal ini Islam, yang mengharamkan untuk percaya pada ramalan bintang. Jadi, sebagai seorang muslim saya dengan lantang berbicara bahwa beriman kepada horoskop itu bukan termasuk rukun iman.

Adapun sebagai seorang manusia yang berakal, saya sering dibuat heran oleh orang-orang yang percaya dengan horoskop.

Zodiak Anda hari ini :

Karir                       : Hati-hati dengan rekan kerja Anda

Asmara                 : Jangan terlalu cuek sama si dia

Keuangan            : Sedang membaik

Kemudian si pembaca bilang, “Sumpah ini gue banget!”.  Iya sepertinya ada 1000 bahkan sejuta lebih orang lain lagi yang bisa mengatakan hal serupa, dengan zodiak yang berbeda-beda tentunya. Jadi apa gunanya ada pengelompokan nasib berdasarkan zodiak? Toh hal-hal di atas bisa terjadi kepada siapa saja.

Saya tidak pernah mendengar ada survey untuk membuktikan keakuratan ramalan bintang, dalam hal ini yang berkaitan dengan nasib seperti pada contoh di atas. Lain halnya dengan kecenderungan sifat berdasarkan golongan darah karena setahu saya memang ada survey untuk itu. Ini membuktikan bahwa satu-satunya ramalan yang memiliki dasar ilmiah adalah ramalan cuaca.

Bagaimana dengan horoskop yang sebatas mendeskripsikan sifat seseorang?

Cancer : supel, atraktif, rajin menabung. (misalnya)

Saya sempat googling dan menemukan sedikit artikel mengenai survey yang dilakukan untuk mengetahui sifat-sifat orang berdasarkan zodiaknya. Namun, untuk kecenderungan sifat berdasarkan golongan darah saja (yang populer dengan nama “Komik Golongan Darah”), pada bagian akhir komik tersebut dijelaskan bahwa pada dasarnya manusia itu berbeda-beda dan sifat seseorang tidak dapat dinilai berdasarkan golongan darahnya saja.

Menurut saya, seseorang bisa menjadi siapapun asalkan ada alasannya. Jadi kenapa harus terkungkung oleh zodiak, atau bahkan golongan darah?