“Aldi kalau udah gede mau jadi apa?”

“Pilot!”

Pertanyaan yang sama dilontarkan kepada anak-anak lain, jawaban seperti dokter, polisi, guru, insinyur, atau bahkan pengusaha keluar dari mulut mereka.

Tibalah giliranku.

“Wilman mau jadi apa?”

“Emm…”

“Jadi dokter, pilot, atau insinyur?”

Bahkan anak kelas satu SD pun secara garis besar mengerti inti pekerjaan dari profesi semacam dokter, polisi, apalagi guru. Tapi waktu itu aku sama sekali belum mengerti apa yang dilakukan si insinyur sehingga dia pantas untuk dijadikan sebagai cita-cita.

“Eh, insinyur apa sih?” Aku bertanya kepada teman sebangkuku

“Gak tahu.” Jawabnya sambil mengangkat bahu.

Diantara semua jenis cita-cita yang dikeluarkan mulut teman-teman yang notabene sudah aku mengerti definisi kerjanya, aku memilih yang tidak aku mengerti sama sekali.

“Insinyur…Bu.”

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s