Alkisah

Alkisah ada seorang ibu yang hidup bersama tiga orang anaknya.

Suatu hari, si anak pertama bilang, “Ibu, aku sayang ibu.” Kemudian pergilah dia.

Anak kedua pun tak mau kalah, diucapkannya “Ibu, aku sangat mencintaimu.” Kemudian pergilah dia.

Si bungsu tidak mengatakan apapun, hanya memeluk sang ibu dari belakang.

Hari berikutnya, hujan lebat turun. Sang ibu hendak menjahit namun tidak dapat menemukan jarumnya. Diambilnya sebuah payung dan berkata pada anak pertama, “Nak, belikanlah ibu jarum sebentar. Ini payungmu.” Kemudian si sulung menjawab, “Bu, aku sibuk dengan pekerjaanku yang bertumpuk ini.”

Pergilah sang ibu kepada anak ke dua dengan kalimat perintah yang sama seperti sebelumnya.

“Bu, PR ku banyak, lagipula hari hujan.” Jawab si anak ke dua.

Ditaruhnya payung itu oleh sang ibu, tak lama datanglah si bungsu mengambil payung tersebut, “Sini bu, biar aku yang beli jarum itu.”

***

Dapat cerita dari seorang kawan di Dumai.

Mengucapkan kalimat sayang itu menjadi tidak penting ketika kita tidak bisa membuktikannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s