Kalian pernah nggak sih merasa sewaktu kecil pernah mengunjungi tempat-tempat yang sampai sekarang pun nggak tahu tempat itu dimana dan tempat-tempat itu sangat indah?

Terkadang tempat-tempat itu lewat saja di otak, blas!dan menimbulkan keinginan yang sangat untuk bisa berada di sana saat itu juga.

Advertisements

Sleep Paralysis

Sleep paralysis (SP) atau mungkin lebih familiar di telinga kita dengan istilah ‘tindihan’ merupakan suatu fenomena ketika kesadaran kita terbangun tapi tubuh kita masih tertidur, kurang lebih seperti itu yang saya ketahui. SP juga seringkali diiringi dengan adanya halusinasi berupa perwujudan makhluk-makhluk ataupun suara-suara aneh. Oleh sebab itu SP seringkali dikaitkan dengan gangguan makhluk halus. Saya bukan orang yang skeptis, saya percaya makhluk halus itu ada namun ketika sesuatu masih bisa dijelaskan secara ilmiah mengapa harus dikaitkan dengan yang metafisik?
Saya termasuk orang yang sering mengalami SP terutama pada waktu SMP-SMA, entah mengapa, mungkin karena saya mengidap epilepsi, mungkin loh ya, saya hanya berandai-andai siapa tahu ada hubungannya. Pertama kali saya mengalami SP yaitu ketika kelas 3 SMP. Tentu saja saya panik dan perlu diketahui bahwa semakin kita memaksakan untuk bergerak pada saat SP maka tubuh kita akan semakin ”terikat” dan itu adalah hal yang bagus karena mencegah kita dari sleep walking atau ngelindur yang mana menurut saya bisa lebih berbahaya dibanding SP.
Lama-kelamaan saya terbiasa diserang SP. Nah, dari yang semula panik karena SP akhirnya saya jadi lebih bisa menguasai diri ketika mengalaminya. Mencoba melihat-lihat sekitar dan waw, kadang saya menemukan satu-dua makhluk aneh yang tidak lain berasal dari otak saya sendiri meskipun pandangan rada kabur, kemudian saya menutup mata lalu tidur lagi.
Kunci dari menghadapi SP adalah jangan panik, Anda boleh berdoa kalau memang ketakutan karena melihat makhluk ajaib atau suara meraung-raung, yang jelas jangan lupa bernapas, tutup mata, yakinkan diri kalau makhluk dan suara itu tidak akan menyakiti Anda, dan niatkan diri untuk tidur kembali. Berdasarkan pengalaman saya, tidur kembali ini dimaksudkan untuk mengulang fungsi otak dalam ‘membangunkan tubuh’. SP terjadi karena otak mengira kita masih tertidur. Padahal nyatanya kesadaran kita sudah terbangun. Dengan melakukan tidur kembali, kita mengulang perintah otak untuk membangunkan tubuh. Itu menurut teori dan pengalaman saya lho, karena saya tidak pernah terbebas dari SP dalam keadaan mata terbuka.
Dibanding dulu, sekarang saya sudah jarang terkena SP. Beberapa artikel yang saya baca mengatakan bahwa SP sedikit banyak berkaitan dengan pola hidup. Tetapi saya pikir pola hidup saya sekarang jauh lebih kacau dibandingkan waktu SMP-SMA.