Monthly Archives: October 2012

Nostalgia

Akhir-akhir ini saya lagi sering-seringnya main Playstation atau lebih familiar dibilang PS, lumayan sambil nunggu waktu nganggur habis (amin). Semasa SD bahkan sampai SMA saya masih main PS, meskipun sudah ada PS 2 saya tetap main PS 1 karena orang tua tidak membelikan, haha. Porsi yang saya habiskan di depan layar pun tidak sedikit, mungkin bisa sampai 8 jam per hari kalau hari libur. Pernah suatu hari ketika saya masih duduk di bangku SMP kelas 3 dan sedang menunggu pengumuman NEM, saya bermain setiap harinya dalam jangka waktu yang lama karena memang tidak ada kegiatan belajar lagi. Waktu bermain saya bisa sampai 10 jam non-stop, akibatnya di hari ke sekian saya kejang-kejang lalu pingsan, haha.

Kembali ke topik awal, dengan adanya porsi bermain yang banyak tadi maka tidak sedikit pula game yang saya mainkan. Seorang gamer pasti tahu bagaimana rasanya ketika memainkan kembali game yang pernah dia selesaikan dan dia mainkan sewaktu kecil dulu. Ada kesan nostalgia, ya mirip-mirip seperti kita mendengarkan lagu zaman dulu pasti ada momen-momen tertentu yang kita ingat ketika kita mendengarkan lagu jadul tersebut.

Sebenarnya beberapa tahun lalu saya sudah tahu akan keberadaan software emulator PS, namun dikarenakan kurangnya waktu dan sumber daya komputer saya harus merelakan menunda bernostalgia. Untunglah beberapa waktu lalu beberapa orang teman “mengingatkan” saya akan memori masa kecil ini *cieh*. Dengan menggunakan software emulator PS maka kita dapat memainkan game-game Playstation di komputer. Alhasil saya pun mengunduh game-game yang menurut saya paling berkesan, diantaranya Einhänder, Digimon World, Crash Team Racing, dan Parasite Eve 2, game yang bikin saya kejang padahal belum tamat *cih*.

         Gambar 1.1(kek TA) Einhänder

Digimon World 1

 Crash Team Racing

 Parasite Eve 2

Einhänder atau secara harfiah disebut single-handed/satu tangan, merupakan game garapan Squaresoft yang naik pamornya gara-gara sequel Final Fantasy nya. Tentu saja sequel ini pun dulu saya mainkan namun karena filenya terlalu besar untuk diunduh jadi lain kali saja. Yang menarik dari Einhänder menurut saya adalah dari segi grafis yang kala itu lumayan untuk konsol selevel PS 1. Selain itu, gameplay yang sangat sulit namun bisa diatasi dengan berlatih juga menjadi tantangan tersendiri. Sisi kuat lain dari game ini adalah dari soundtrack-nya. Alunan musik techno dengan beat cepat memang sangat cocok untuk game ini, membuatnya menjadi memorable dalam jangka waktu yang panjang. Satu lagi, game ini berlatar di masa depan ketika Bumi dan Bulan sedang berperang (nah loh?) dan dominasi ada di tangan orang-orang Jerman. Jadi robot-robot yang kita lawan akan berdialog (atau monolog) menggunakan bahasa Jerman yang berdampak menambah tingkat kekerenan robot-robot tersebut.

Digimon World : Digital Monsters merupakan game hasil karya Bandai yang terkenal akan ciri khasnya mereproduksi anime-anime ke dalam bentuk game. Dalam game ini tujuan utama kita adalah mengajak digimon sebanyak mungkin untuk bergabung ke File City, nama sebuah kota di Digimon World. Saya memainkan game ini semenjak SD hingga SMA namun belum pernah saya selesaikan karena data yang telah di simpan di memory card selalu corrupt. Akibatnya hingga sekarang saya belum tahu ending-nya, haha. Secara gameplay tidak semenawan Einhänder, tetapi ketertarikan saya terhadap sequel anime Digimon terutama Digimon 1 di tv sangat-sangat membuat saya penasaran dengan game ini.

Crash Team Racing atau lebih sering disebut CTR adalah salah satu dari sekian banyak game yang sering dimainkan di rental. Meskipun saya punya PS namun karena stick-nya hanya satu saya terpaksa pergi ke rental agar dapat bermain bersama teman-teman lainnya.  CTR adalah game yang lebih seru dimainkan bersama teman ketimbang main sendiri. Sama seperti Bishi-Bashi dkk. Namun untuk dapat memainkan semua karakter dalam CTR kita harus menyelesaikan bagian Adventure yang mana harus dimainkan seorang diri. Maka dari itulah saya berterima kasih terhadap orang-orang yang menciptakan cheat codes atau semacam cara gampang sehingga kita bisa mendapatkan berbagai macam fitur yang tadinya tidak ada dengan cara memasukkan instruksi tertentu melalui controller atau stick. Saking seringnya bermain saya sampai hafal di luar kepala beberapa cheat codes yang diperlukan sehingga permainan menjadi tambah seru.

Parasite Eve 2. Game yang juga hasil produksi Squaresoft ini berhasil membuat saya penasaran namun di sisi lain juga enggan untuk memainkannya. Menurut saya makhluk-makhluk yang muncul pada game ini bersifat disturbing atau mengganggu secara visual. Itu penghalusan kata seram. Ditambah lagi dengan opini salah seorang teman saya semasa kecil dulu yang mengatakan bahwa game ini tidak seseram Resident Evil (padahal menurut saya kebalikannya), hal ini membuat saya tertantang untuk menyelesaikan game ini secepat mungkin, namun apa daya, psikologis saya yang mengatakan bahwa game ini menakutkan tidak dapat dibohongi. Mungkin ini juga yang menjadi pemicu tumbangnya saya. Alhasil saya pun trauma selama beberapa tahun tidak menyentuh game ini lagi. Ahahah. Sekarang saya sedang mencoba menyelesaikan game ini kembali dan kali ini saya dapat memastikan insyaallah tidak akan ada insiden goyang patah-patah lagi.

Demikian lah sepintas bagian dalam hidup saya, yang tidak dapat dipungkiri sudah mengendap dalam alam bawah sadar karena sudah saking seringnya dilakukan. Ya, nge-game orang-orang sekarang bilangnya. Sampai sekarang saya masih suka bermain beberapa game namun tidak untuk game online karena menurut saya diperlukan sejuta niat dan kesabaran untuk bisa mahir dalam game dengan jenis ini, haha.

Sebenarnya masih banyak game-game memorable lainnya yang saya mainkan di masa kejayaan dulu. Game-game RPG diantaranya semacam Final Fantasy yang tanpa sadar dapat memberikan pengaruh tersendiri dalam hidup saya. Tidak semua game yang saya  pernah mainkan itu bagus secara statistik, gampangnya : sometimes we play games not because the game was good, but because we grew up with it. 90’s gamers will understand.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Never Search For Hope

 

Sorry for the bad drawing

 

Categories: Renungan Malam, The Save Points of My Life | 3 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.