Memory Rehearsal

Latar yang masih asing, gedung Labtek, Kolam Intel, CC Barat, CC Timur, GKU, bagi seorang mahasiswa baru yang di sore hari ini sedang berjalan di antara empat gedung Labtek menuju gerbang selatan, dengan segala keluguan atau entah kebodohannya, segala ketidakpercayaandirinya, dengan segala pasrahnya.

Dia mulai berpikir dirinya dibuat mengidap rabun senja oleh gelapnya sore hari ini. Lho, ke mana semua orang? Tentu saja, sekarang sudah kurang dari H-7 Lebaran, kontan kampus dibuat sepi oleh para civitas akademikanya. Dia berjalan mengitari Kolam Intel sampai akhirnya seorang wanita berhijab menghampiri.

“Permisi, Kak. Saya lagi nyebar kuesioner untuk survey kemampuan otak..bla bla bla. Boleh minta waktunya sebentar buat ngisi kak?”

Setelah meminta pena, si mahasiswa mulai mengisi tanpa berpikir panjang. Ada isian biodata, nomor telepon, dan pertanyaan-pertanyaan dasar semacam psikotes sederhana. Lumayan sambil menunggu adzan maghrib, pikirnya. Diserahkannya kembali kertas yang telah terisi penuh.

“Kak Wilman ya? Saya Annisa, Kak. Di sini kan ada nomor HP kak Wilman, nanti kalau udah keluar hasilnya saya hubungi lagi terus saya bisa kasih hasilnya langsung ke Kakak.” Kata Annisa tanpa sedikit pun mencabut senyumnya.

Iya terserah lah, apapun itu. Mungkin begitu isi pikiran si mahasiswa bodoh, tidak percaya diri yang pasrah ini.

“Makasih, Kak!”

***

Gema takbir mulai menghidupkan malam. Tak kalah pula gema ringtone SMS ikut menyambut hari nan suci ini. Puluhan Pesan singkat dari teman, sanak kerabat menggempur handphone yang hanya satu itu. Satu nomor tidak dikenal muncul di kotak masuk  pesan singkatnya.

Minal áidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Selamat Lebaran 1429 H.   -Annisa & keluarga

Kota Bandung termasuk salah satu kota yang sepi di hari Lebaran. Hampir seluruh penduduknya mudik ke kampung halamannya masing-masing. Namun si mahasiswa adalah orang Bandung asli, tanpa kampung halaman, tanpa tahu bagaimana rasanya mudik.

Kak Wilman ini hasilnya udah ada, saya harus kasih hasilnya soalnya saya dibayar Kak. Mau ketemu di mana? Di BIP aja gimana kak?

Lama menunggu akhirnya handphone Annisa berdering menandakan adanya sebuah pesan singkat masuk.

Waduh jangan di BIP deh, kayak orang pacaran aja, hehe. Di Taman Ganesha aja ya, saya kebetulan lagi ada acara di sana.

=selesai=

Mencoba mengingat-ingat kejadian masa lalu dan menuangkannya menjadi cerita, haha.

Advertisements

2 thoughts on “Memory Rehearsal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s