Catatan Si Mahasiswa Tingkat Akhir

Bak sebuah patok *ceileh* kalau orang mendengar frase mahasiswa tingkat akhir itu pasti gagasan, imej, paradigma yang muncul adalah tugas akhir, skripsi, stres. Memang benar, kalau seandainya otak kita dipatok, nah loh!? Dipatok buat TA (tugas akhir) aja maksudnya.

Terlepas dari TA, sebagai mahasiswa tingkat akhir saya memiliki lebih banyak waktu luang cenderung gabut. Nah di sinilah menariknya. Saya adalah orang yang sangat cepat bosan, tidak senang dengan rutinitas. Dengan banyaknya waktu kosong ini saya bisa mengerjakan banyak hal yang berbeda-beda setiap harinya dan inilah hidup menurut saya. I ain’t no shittin’ y’all, this is life dawg!  

Satu hari saya jadi mahasiswa (tingkat akhir), hari lain saya jadi pelamar kerja, besoknya jadi pengawas ujian, besoknya lagi jadi kuli. Satu hari ansos seharian di rumah eeh besoknya seharian keluar rumah nggak pulang-pulang.

Mungkin di semester sebelumnya memang saya sangat sulit untuk bisa merasakan yang namanya waktu luang, gabut, bahkan main, dikarenakan kuliah masih padat dan tugas-tugas yang bejibun. Maka di semester ini saya diberi kesempatan untuk lebih hidup *azek*.

Masih banyak hal lain yang ingin saya lakukan sebenarnya, les bahasa, les alat musik, ujung genteng (haha), apapun lah itu asalkan sesuatu yang baru buat saya.

Buat saya semester 8 itu semester paling seru selama di ITB! Sekali lagi, terlepas dari TA.

Advertisements

One thought on “Catatan Si Mahasiswa Tingkat Akhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s