Namanya Pak Efrudin

ngeeng, ngeeng!

tiin tiin!

Bising, luminansi rendah, suhu cukup nyaman, itulah yang saya rasakan di kosan salah satu teman saya di Dago atas. Kebetulan kosan tersebut terletak tepat di pinggir jalan jadi begitulah kondisi yang saya rasakan. Tiga hal tadi, kebisingan, pencahayaan, dan suhu adalah pokok bahasan dalam mata kuliah Fisika Lingkungan yang saya ambil di semester 6. Untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan mata kuliah tersebut kami diwajibkan untuk melakukan praktikum pengkukuran kebisingan di salah satu tempat misalnya kosan, fasilitas umum seperti masjid, dsb.

Sebelum pengukuran berlangsung, semua berjalan normal. Yah apa yang menarik dari pengukuran kebisingan menggunakan sound level meter?

Pengukuran dilakukan oleh dua orang di tangga dekat ruang depan. Sound level meter sudah saya tenteng, menarik karena bentuk kotak pembungkusnya seperti koper. Orang pintar manapun tahu manakala membuka sebuah koper, maka hal pertama yang dilakukannya adalah menyimpan koper tersebut dalam posisi tidur kemudian baru membukanya. Namun sayangnya hari itu saya bukan orang pintar. Dengan kondisi koper masih dijinjing saya membukanya langsung dan brak! Sound level meter beserta antek-anteknya tumpah ruah menghantam anak tangga.

Saya dan teman saya tercengang sejenak. Mengambil alat ukur naas itu dan mengetesnya. Ketika sebuah SLM menerima suara maka jarumnya akan bergerak ke kanan, itu yang terjadi pada SLM yang normal, lain lagi dengan yang terjadi pada sebuah SLM yang celaka. Jarum dari SLM yang kami pinjam dari lab Fisika Bangunan tidak bergerak, hanya bergerak sedikit namun pada 1/4 perjalanan ke kanan jarum itu terhenti. Pada akhirnya saya menemukan cara, biarpun tidak selalu efektif, untuk membuat jarum itu senantiasa bergerak dengan cara memiringkan SLM. Pengukuran dilakukan dengan data seadanya entah benar atau salah.

Esok harinya saya mengembalikan alat ke lab Fisika Bangunan dan bertemu dengan seorang lelaki paruh baya, kurus, botak di tengah kepala yang seakan sudah menjadi ciri khas seorang senior lab.

“Pak ini alatnya saya kembalikan”

“Oke, ini KTM kamu”

Di luar dugaan Bapak ini tidak mengecek SLM itu terlebih dahulu, hanya membuka kopernya lalu menutupnya kembali.

“Emm… Pak, kemarin alatnya jatuh terus…” bla bla bla saya ceritakan balada SLM dengan muka memelas.

“Loh kok bisa gitu dek?”

Bapak ini kemudian mengetes SLM dan saya bersiap untuk apapun itu yang akan datang.

Lalu beliau berkata, “Wah kalau begini ini bisa ininya yang salah atau itunya yang salah” entah apa ininya dan itunya itu saya tidak ingat, yang saya ingat adalah kalimat berikutnya,”…ini harus dicek dulu ke Serang (kalau tidak salah), kalaupun cuma ininya yang salah, biayanya minimal Rp. 500.ooo”

“Waduh, Pak…gimana dong Pak?”

“Iya dek, saya juga harus melapor sama dosen kamu.”

Masya Allah, Rp. 500.000 (minimal) melayang dan saya akan dilaporkan ke dosen, bagaimana nasib nilai saya nanti?

Tapi..

“Ya sudah gini saja, saya minta nomor kamu, kalau seandainya alat ini dicek dan bisa diperbaiki, saya nggak bakal lapor ke dosen kamu.”

Saya pun memberikan nomor kontak dengan muka yang lebih memelas daripada di awal tadi.

“Oiya, coba lihat lagi KTM kamu… Wilman…Fathurochman. Kamu orang Bandung?”

“Iya, Pak” Nama dengan pengulangan memang menjadi ciri khas orang Sunda.

“Ya sudah nanti saya hubungi lagi ya”

“Baik, Pak. Bapak dengan Bapak siapa ya?”

“Efrudin”

***

Alhamdulillah sampai saat ini saya tidak pernah dihubungi oleh Bapak Efrudin ini, nilai mata kuliah Fisika Lingkungan saya pun nampaknya tidak terpengaruh oleh insiden ini. Terima kasih, Pak. Semoga kebaikan Bapak dibalas dengan yang lebih baik.

Advertisements

2 thoughts on “Namanya Pak Efrudin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s