Sehari Tanpa Jam dan HP

Matahari belum muncul, tapi hari sudah cukup terang untuk bisa membedakan benang hitam dan benang putih di cakrawala. Saya bangun untuk melaksanakan sholat Subuh, kemudian tidur lagi, hehe.

Alarm dari HP berbunyi, hari ini adalah hari terakhir saya kuliah di ITB dan tidak mau mengambil resiko melewatkannya hanya karena sebuah percobaan iseng. Mau tidak mau saya harus tahu bahwa pada saat itu waktu menunjukkan pukul 7.45. Saya pun mandi dan berangkat ke kampus setelah mematikan HP.

Selama perjalanan saya hanya bisa mengira-ngira waktu. Saat mematikan HP tadi, sekali lagi saya mau tidak mau harus melihat waktu.  Jam di HP menunjukkan pukul 8.20. Perjalanan saya ke kampus maksimal 45 menit dan kuliah dimulai pada jam 09.00. Sesampainya di kampus saya bertemu dua orang teman saya, sebutlah si A dan si B. Nampaknya saya sudah terlambat karena mereka berdua terlihat terburu-buru.

“Emang kita udah telat ya?” Tanya saya pada si A, si B sudah setengah berlari mendahului kami karena dia harus presentasi di kelas.

“Udah jam 9 lebih 5 sih.”

Wah lagi-lagi saya tahu waktu, memang sulit sekali hidup tanpa jam (waktu). Padahal saya sudah berusaha bertanya yang jawabannya sebenarnya bisa dijawab dengan ‘sudah’ atau ‘belum’.

Hari itu berlangsung biasa, normal, memang sulit melalui hari tanpa melirik ke arah jam, seringkali sudah refleks mata ini memandang jam apalagi jam dinding, tapi hari itu saya jalani sebisanya.

Anehnya saya tidak menemukan banyak kendala dalam menjalani sehari tanpa HP. Kecuali ada keadaan yang mengharuskan saya menyalakan HP, saya tidak akan menyentuhnya. Semalam sebelumnya saya sudah memutuskan untuk mengecek HP pada waktu tertentu yaitu pada sore hari kalau-kalau ada panggilan darurat dari orang tua, itu saja.

***

Jadi sehari itu saya iseng mencoba bagaimana rasanya hidup dengan hanya mengandalkan pergerakan matahari (seharusnya, karena masih banyak kejadian-kejadian yang membuat saya tahu jam) dan tanpa alat komunikasi jarak jauh (seharusnya, karena masih ada internet di komputer :p). Yah, namanya juga iseng.

Oh iya, jam di komputer sudah saya acak sehari sebelumnya sehingga saya tidak bisa mengetahui jam ketika menggunakan komputer.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s