Suara Itu…

Zamannya mata kuliah Gartek (Gambar Teknik), berarti sekitar dua tahun yang lalu.

Jadi ceritanya di hari itu harusnya ada asistensi Gartek jam 12.00 WIB, tapi karena satu dan lain hal asistensinya dibatalkan. Hore, saya dkk bebas tanpa kuliah padahal perjalanan saya dari rumah ke kampus cukup jauh. Akhirnya saya memutuskan untuk sholat dzuhur dulu di musholla di gedung prodi kami. Waktu itu siang bolong dan ramai pula, karena tidak hanya saya yang berniat solat di musholla itu. Saking ramainya saya harus menunggu kloter ke dua untuk bisa sholat. Waktu itu yang menunggu kloter ke dua di dalam musholla ada dua orang, saya dan teman saya sebut saja si A, kebetulan dia perempuan. Saya menunggu di samping pintu masuk sedangkan si A menunggu di tembok yang berlawanan dengan saya jadi posisi kami berhadapan dan dipisahkan oleh orang-orang yang sholat.

Nah, beberapa saat setelah Imam mengucapkan salam, ada space kosong untuk dua orang di depan si A yang tadinya diisi dua  jamaah yang kemudian cepat-cepat pergi, mungkin karena terburu-buru. Shaf yang memiliki space kosong ini adalah shaf laki-laki dan masih ada dua orang laki-laki yang solat di shaf ini karena masbuk (terlambat berjamaah). Dalam aturannya, wanita tidak boleh sholat sejajar (satu shaf) dengan laki-laki.

Saya pun bergegas untuk sholat di situ, di space kosong tadi, tapi kemudian si A bertanya

“Aku boleh nggak ya solat di sini?”

Baru saja saya akan membuka mulut untuk menjawab, tiba-tiba muncul suara lembut seorang perempuan

“Nggak booleeh.”

Secara refleks saya melihat sekitar dan semua perempuan yang ada di musholla itu sedang sholat kecuali si A. Saya membalikkan badan untuk melihat ke luar pintu musholla tapi tak ada siapa-siapa di luar musholla, kecuali orang-orang yang duduk-duduk jauh dari musholla, di dekat tempat wudhu.

“Tadi siapa yang bilang nggak boleh ,A?” Tanya saya

“Hah? Apa?”

“Tadi yang bilang nggak boleh siapa?”

“Yang bilang nggak boleh? Maksudnya?”

“Tadi ada yang bilang nggak boleh, kamu nggak denger?”

“Nggak”

“Oh, yaudah deh, mundur dikit dong, saya mau solat.”

Saya pun sholat tanpa memperpanjang urusan tentang apa yang saya dengar tadi. Kemungkinan sih suara itu dari orang-orang yang duduk-duduk di dekat tempat wudhu, tapi kok si A nggak denger ya? Mungkin karena dia berada di ujung ruangan. Tapi FYI, ruangan itu hanya kurang lebih 3 x 3 m dan semua orang kecuali saya dan si A di dalam ruangan itu sedang sholat jadi seharusnya ruangan itu hening dan suara yang masuk bisa didengar dengan jelas. Mungkin saya yang salah dengar atau si A yang tidak mendengar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s