Kota Senja

Dia dan para utopis itu berjalan mengelilingi danau

Puluhan bahkan ratusan rumah bertengger kokoh di atas campuran batu kali

Diselingi bangunan menjulang tinggi seakan menghakimi siapapun yang menatap puncaknya

Tata letak kotanya apik tanpa konstruksi yang rumit

Sesekali terdengar bunyi gerungan angkutan umum dengan debit emisi rendah

Dan lihatlah ke jalan!

Kawan, jalanan penuh oleh manusia yang bertumpu di atas dua kakinya!

Betapa tekunnya mereka yang akan pergi bekerja, namun tetap santun terhadap sekitarnya

Banjir? Mereka tidak pernah takut banjir, begitu sayangnya mereka terhadap sampahnya sehingga tak satu pun mereka biarkan tersesat di saluran drainase

Alih-alih mereka sendiri yang masuk ke labirin fluida cair itu untuk membersihkan guguran daun calon kompos nanti

Oh, coba tengok ke taman, ya, ada anak-anak bermain Gobak Sodor! Haha, gembira sekali mereka

Tanpa takut akan pneumoconiosis atau apa lah itu penyakit paru-paru

Sangat jauh letaknya rokok-rokok raksasa yang menjulang itu, kecepatan angin biasa tak mampu membawa partikulatnya singgah di tubuh anak-anak ini

Kemudian dongakkanlah kepalamu ke atas, Langitnya selalu merah membara, bersemangat sama seperti orang-orang yang dinaunginya

Di sinilah, di mana mentari tidak pernah terbit dan tidak pernah tenggelam

Di Kota Senja

Ah, sungguh sebuah tempat yang nyaman untuk dihinggapi

Namun aku di sini, bukan mereka para utopis

Itu hanya sebuah danau tua

Tak ada sesuatu pun di sekelilingnya

Kecuali sehektar landfill dan seperangkat insinerator

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s