Kita dan Mereka Sama, Tak Punya Hati

3 X 5.000.000 =15.000.000

Oktober, April, Juli

Apa yang bisa ditafsirkan dari 2 baris di atas? Saya menafsirkannya sebagai pembodohan.

     Setiap tahunnya ITB kampus saya tercinta meluluskan beribu-ribu mahasiswa. Perayaan kelulusan tersebut disebut dengan wisudaan. Bagi prodi saya Teknik Lingkungan, setiap kali wisuda Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan(FTSL) mengeluarkan uang sebanyak Rp. 5.000.000. Setiap tahunnya wisudaan dilaksanakan 3 kali, bulan Oktober, April, dan Juli. Jadi tiap tahunnya FTSL mengeluarkan Rp. 15.000.000. Itu cuma untuk 1 prodi dan kayaknya ga mungkin kalo cuma 1 prodi doang yang dikasih 15 juta per tahun, FTSL punya 3 prodi jadi mari kita kalikan tiga = Rp.45.000.000 per tahun cuma untuk wisudaan. Luar biasa ma bray!

Simpan dulu catetan duit di atas.

           Semenjak masuk ITB pas jaman-jamannya INKM (semacam ospek untuk angkatan 2008) saya dkk. dicekoki tentang tri dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Oke mungkin ITB sudah cukup puas dengan 2 poin pertama (mungkin). Mungkin karena hal ini saya dkk. didoktrin oleh fasilitator(taplok) INKM bahwa sebenarnya duit kita untuk bayar kuliah ini hanya cukup untuk menanggung sekitar 20%an kalo ga salah. Sisanya pake duit rakyat, ada juga subsidi silang, dsb.

Simpan lagi catetan di atas.

           Sekarang lagi marak-maraknya nih isu DPR mau bikin gedung baru. Saya kontan tidak setuju sama hal ini karena gak tau alesan dewa macam apa yang dimiliki orang-orang ‘terbaik bangsa’ di sana sampe mau bikin kura-kura baru yang kalau diinterpretasikan duitnya bisa buat bangun 3200 sekolah katanya.

Ambil catetan-catetan tadi

45 juta, duit rakyat, gedung DPR baru

            Ini saya tafsirkan sebagai pencerdasan. Merayakan wisuda pake duit rakyat, bikin gedung baru pake duit rakyat. Apa dong bedanya kita dan mereka? Apa hak kita untuk menolak pembangunan gedung baru? Bukankah kita ini generasi penerus? Oiya sekali, kita meneruskan tradisi mereka orang DPR dalam menghamburkan uang rakyat!

             Betapa kecewanya saya ketika bertanya ke teman jurusan lain,katanya uang untuk wisudaan dari prodi dia hanya kadang-kadang saja turunnya. Wah, jangan-jangan ada jurusan lain yang sama sekali tidak mendanai perayaan wisudanya? Sedangkan prodi kita rutin udah kayak bayar tagihan listrik aja. Coba hitung berapa miliar yang dihabiskan dalam kurun waktu 50 tahun? Dan sekali lagi di dalamnya ada uang rakyat. Jangan-jangan di situ ada uangnya tukang gorengan depan gerbang utama, ada uang pemain kecapi yang pernah saya usir waktu jadi satgas di wisuda oktober 2009 (haduh maaf ya pak),ada uang ibu kostan kalian.

Mari buka mata hati kalau masih punya hati, sebelum kita bertanya di mana hati mereka.

Ini cuma pandangan saya, yang seadanya, sepenglihatannya, dan sepengetahuannya. Apabila ada yang bisa mencerdaskan saya silakan

Advertisements

2 thoughts on “Kita dan Mereka Sama, Tak Punya Hati

  1. yes, gue setuju. Perayaan wisuda cuma untuk alasan hura2 yang sebenernya ngga seperlu itu. gue sendiri sebenernya rela kok wisudaan ngga usah diadakan semegah itu. terutama buat wisnite kita yang berlebihan. kita cuma butuh MOMENT kebersamaan kita untuk yang terakhir kali, dan itu sama sekali tidak dipengaruhi besar kecil megah tidaknya syukuran wisuda kita. go wilman!

  2. setuju sama daid. willi dalem bgt yaa pemikirannya 🙂
    bahkan gue ga mikir sampe sono loh kita make uang rakyatnya.
    “kita hidup dari uang rakyat, sudahkah kita berguna untuk rakyat?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s